Universal Translator

Translate

BBC Breaking News

Radio Music Player Free Online

Mengapa aku ingin menulis

Sejak semula aku ingin menulis karena aku suka membaca. Saking sukanya membaca, waktu kecil aku pernah menghabiskan 1 novel tebal dalam waktu satu malam. Dan karena itu banyak hal berkeliaran di otakku yang butuh tempat untuk menuangkannya. Sejak kapan aku suka menulispun aku tidak tahu pasti. Yang jelas, kebiasaanku mencorat-coret catatan diawali dari kebiasaanku mencorat-coret bagian belakang buku catatan sekolah dengan gambar vignet tidak jelas untuk menumpahkan kegalauan. Aku adalah orang yang cepat bosan dan muak dengan situasi di sekitarku yang tidak pas. Namun aku kurang punya keberanian untuk menyampaikan secara terbuka semua ketidakberesan itu. Sampai sekarang aku sering membuat tulisan-tulisan kecil tidak beraturan karena semakin lama semakin aku penat merasakan suasana di sekilingku. Semua hal yang simpang siur itu akhirnya ingin juga aku salurkan secara serius pada tulisan yang dipublikasikan, sehingga lebih banyak yang tahu jalan pikiranku. Keinginan itu semakin mengerucut dan menancap kuat di hati dan pikiranku ketia aku bergabung dengan KPU (komunitas penulis ungaran). yang sekarang sudah berganti nama menjadi kelingan (kelompok literasi ungaran). menemukan sebuah oase di teriknya padang pasir. Aku ingin menyerap ilmu menulis sebanyak-banyaknya memuaskan dahagaku akan tempat menumpahkan segala macam idealismeku. Keinginan itu diperkuat setelah aku membaca buku Mbak Afifah Afra, Be a brilliant writer. sudah jelas sekarang, aku ingin menulis sebanyak mungkin.

Catatan Penting dalam Roadshow Kampus Fiksi 2015

Buat opening yang menampar pembaca supaya mereka greget buat nglanjutin baca tulisan kita. Penutupnya juga harus impresif maksudnya menimbulkan kesan mendalam.
Lalu bagaimana supaya kita bisa buat opening dan ending yang kayak gitu???
Jawabnya adalah baca sebanyak-banyaknya. Baca yang banyak sehingga kepala kita penuh dan bisa menulis dengan mudah.
Satu hal lagi yang masih keinget adalah setelah menulis, endapkan dulu satu atau dua hari jangan langsung dikirim supaya tulisan lebih calm. Maksudnya supaya kita tidak terlalu pede menganggap tulisan kita itu yang paling bagus. Biasanya setelah membuat tulisan kita masih punya hubungan emosial yang kuat dengan tulisan itu dan merasa tulisan kita itu sudah yang paling top markotop sehingga kita anggap tidak perlu lagi mengeditnya. Setelah diendapkan biasanya kita akan menyadari bahwa ternyata ada beberapa kesalahan tulis, mungkin diksi yang kurang tepat atau mungkin kita perlu memperdalam isi tulisan kita tersebut.
Itulah beberapa hal yang paling terekam yang disampaikan oleh Bapak Edi Mulyono rektor kampus fiksi pada acara Kampus Fiksi Roadshow di Gedung Wanita Semarang hari minggu 29 nov kemarin. Seratus lima puluhan peserta hadir menyimak pembicaraan yang menarik dari pimpinan Diva Press tersebut. Peserta juga berkesempatan menyimak penuturan yang mengalir dan mengena mengenai bagaimana kita seharusnya menulis non fiksi. Sebenarnya tidak begitu jauh berbeda dengan penulisan fiksi. Hanya saja tulisan non fiksi harus argumentatif, maksudnya memiliki landasan teori yang kuat dan memiliki metodologi yang tepat.
Lebih lanjut diuraikan bahwa tahapan menulisnya dimulai dari pra menulis, saat menulis dan pasca menulis. Sebenarnya saya sudah membuat catatan yang lebih detail mengenai tahapan itu, sayangnya karena sebuah kesalahan kecil yang cukup fatal (salah mencet) maka hilanglah catatan berhargaku itu. (ternyata menggunakan gadget juga harus smart jangan asal sentuh dan usap, salah salah semua tulisan lenyap tak bisa dilacak. Bagus juga di back up manually).
Tapi diantara yang masih ada dalam memori saya adalah sebelum menulis, kita harus merawat ide kita dan ditulis pada bank ide. Kalo kita mampu menulis dan menanggapi semua status pada gadget kita, kenapa kta tidak mampu memanfaatkannya untuk
Satu lagi mengenai self editing. Sebelum dikirim ke media, sebaiknya diedit sendiri dulu karena akan mengurangi kerja bagian editor dan membuat tulisan kita lebih enak dibaca karena rapi dan bagus. Kata mbak Qurotul A’yun, Redpel Agama Islam, editor akan sangat mengingat naskah yang sangat bagus atau yang sangat buruk. Kita tidak ingin diperhatikan editor karena naskah kita sangat buruk kan...
Yang tidak kalah penting adalah kita harus patuh pada aturan menulis yang ada, disesuaikan dengan selingkung (ciri khas) media yang diincar., harus mengecek kata yang kita pake menggunakan KBBI (kamus Besar Bahasa Indonesia) dan juga menguasai EYD.
Masih ada beberapa ketentuan umum dalam kepenulisan yang diuraikan dalam acara ini. Di akhir acara, semua peserta bisa selfi bareng mbak Ve dan juga pak edi. Sepulangnya, peserta masih diberi oleh oleh seporsi makan siang dan sebuah buku gratsi dari Diva Press. Dapat ilmu dapat teman makan siang gratis dan juga buku baru.
Acara ini sangat bangus untuk siapapun yang ingin menekuni dunia menulis. Bagi yang mau belajar menulis, jangan lewatkan even ini tahun depan. Karena nantinya akan diselenggarakan sebuah kegiatan seperti workshop. Kita menuliskan sebuah karya kemudian akan diedit langsung oleh tim dari Diva Press. Waaah.. keren kan. Kemungkinan di bulan yang sama. Memang kebanyakan yang ikut masih muda-muda. Tapi yang sudah mau kepala 4 kayak saya, nggak usah malu juga untuk datang.
Well, teman-teman mungkin hanya itu yang bisa saya sharekan, yang terakhir ada pesan dari pak Edy bahwa:
MENULIS ADALAH PROSES KREATIF SEUMUR HIDUP, JADI JANGAN INGIN CEPAT-CEPAT SUKSES, BERPROSESLAH UNTUK MENDAPAT HASIL TERBAIK.
Salam sukses.....

Pesan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw

Yang pertama, Hiduplah sesuka hatimu tetapi jangan lupa bahwa engkau akan menghadapi mati
Kedua, cintailah apa saja yang kamu cintai di dunia tetapi jangan lupa bahwa engkau akan berpisah dengannya.
Terakhir, Berbuatlah sekehendak hatimu namun jangan lupa bahwa engkau akan mendapatkan balasan.
Teman-teman jika kita ingin hidup tenang, tiga pesan ini harus kita jadikan pedoman sebelum kita melangkah sehingga kita tidak berbuat sesuka hati menurutkan hawa nafsu, mencintai dunia berlebihan dan melakukan perbuatan yang merugikan orang lain.

Mengapa Indonesia adalah Negara Keren

Banyak yang bilang Indonesia adalah negara semrawut, nggak ada tatanan, banyak korupsi, dan sebagainya. Siapa yang bilang itu kawan-kawan.... kebanyakan adalah orang Indonesia sendiri. Bayangkan jika sekian juta penduduk Indonesia mengatakan hal seperti itu, maka ucapan itu akan menjadi segumpal doa yang akan memperburuk kondisi Indonesia. So, kita sebenarnya harus mulai memuji negara kita ini, supaya pujian itu merupakan sebentuk doa yang terselip diantara doa kita untuk diri sendiri. Dan memang kenyataannya Indonesia adalah negara yang super keren. Kalau tidak, mungkin Belanda tidak sampai sekian ratus tahun bercokol di bumi nusantara.
Banyak hal yang membuat Indonesia memang benar-benar keren...
Satu diantaranya, karena kita memiliki keluhuran sejarah yang sangat luar biasa. Kita berdiri di atas reruntuhan kerajaan sekelas Majapahit yang bahkan wilayah kekuasaannya lebih lebar dari Indonesia jaman sekarang dengan armada laut yang membuat ngeri negara seperti Mongol untuk menaklukkannya. Kita adalah pewaris darah para pahlawan yang membela negeri ini dengan selembar nyawa yang mereka punya. Kita memiliki semangat para pendiri bangsa yang mengibarkan bendera kemerdekaan dari tetes keringat, darah dan airmata.
Alasan kedua. Kita sangat kaya teman-teman. Kekayaan yang mampu membuat negara lain memutar otak dengan keras untuk ikut menikmatinya dengan berbagai cara. Sayang kita kurang mampu memanfatkannya.
Ketiga, kita juga kaya dengan seni dan budaya. Mulai dari budaya beraneka suku yang bertebaran di bumi nusantara, adat istiadat dan kesenian tradisional yang mampu memukau negara lain ketika kita mengikuti festival di manca negara.
Berikutnya, kita punya sumber daya manusia yang luar biasa dari segi kuantitas. Hanya diperlukan pemerintah yang bersih dan mampu menggali potensi sumber daya manusia itu, maka jadilah kita sebagai negara yang akan berkibar. Bukan lagi sebagai negara dunia ketiga.
Yang kelima, kita punya semangat gotong royong yang diwariskan oleh para leluhur kita. Semangat yang ketika dikelola dengan benar akan menjadi sinergi kekuatan bangsa yang luar biasa. Mengalahkan egoisme dan individualisme yang tidak akan pernah menghasilkan karya monumental.
Alasan lainnya, negara kita sangat cantik. Indah mempesona semua turis manca negara yang rela menghabiskan dana untuk menikmatinya. Kadang kita sendiri yang kurang pandai merawatnya dan hanya mengambil manfaat sesaat untuk kepentingan diri sendiri tanpa mengindahkan kelestarian dan tanpa usaha mempercantik diri.
Sebagai negara timur, seperti halnya semangat gotong royong yang kita punya, kita juga punya tatakrama yang membedakan kita dari negara lain. Sopan santun khas orang timur yang selalu mengedepankan etika dan kepentingan orang lain. Ini juga merupakan salah satu alasan yang patut kita banggakan.
Dua alasan terakhir yang perlu kita renungkan adalah bahwa mayoritas dari kita adalah makhluk beragama. Kita punya aturan yang bersumber dari sang maha pencipta yang akan mampu mencegah malapetaka yang ditimbulkan oleh keserakahan manusia. Yang terakhir adalah bahwa Kita punya kebijaksanaan dan kearifan dalam memandang hidup yang tidak selalu bermakna materi dan kesenangan duniawi.
Demikianlah jika di gali, akan banyak hal-hal berharga dari bangsa ini yang harus terus dikembangkan, dihayati dan dijadikan pedoman dalam melangkah. Memperbaiki Indonesia yang sebenarnya sangat keren.